Madinah Iman Wisata – Mendekatkan diri kepada Allah sudah selayaknya menjadi kebutuhan kita sebagai hamba Allah yang tidak punya daya upaya apapun kecuali atas pertolonganNya. Tidak hanya menjalankan ibadah wajib seperti shalat lima waktu dan berpuasa di bulan Ramadhan, ibadah-ibadah sunnah juga perlu kita lakukan sebagai bentuk penghambaan dan rasa syukur terhadap segala nikmat yang telah diberikan. Ya, ibadah sunnah bukan hanya tentang mencari sebanyak-banyaknya tambahan pahala yang akan membawa kita ke tempat terbaik di sisi Allah, namun juga menjadi jalan untuk mendapatkan kasih sayang Allah yang lebih dan lebih besar lagi. Adalah sebuah kebahagiaan tiada tara bukan, ketika Allah yang Maha Pengasih sangat menyayangi hambaNya walaupun kita sebagai manusia masih sering melakukan dosa dan salah?

Berbicara masalah ibadah sunnah, ada banyak sekali ibadah yang dapat kita lakukan mulai shalat hingga puasa. Akan tetapi, demi mengharapkan keutamaan ibadah-ibadah sunnah tersebut, banyak dari kita yang menanyakan apa saja ibadah sunnah yang disukai Allah? Sebelum melihat beberapa poin yang menjelaskan tentang hal ini, perlu Anda ketahui bahwa apapun ibadah sunnah yang ingin Anda jalani, lakukanlah dengan ringan dan rutin karena Allah sangat menyukai ibadah yang dilakukan secara istiqomah walaupun sedikit (HR. Muslim). Beberapa ibadah sunnag yang disukai Allah adalah:

 

Ibadah Sunnah Puasa Nabi Daud

Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Nabi Muhammad SAW bersabda:

Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam  malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan buka sehari.”

Puasa Daud adalah puasa yang dilakukan dua hari sekali, satu hari puasa dan satu hari tidak. Dari hadis tersebut di atas bisa kita lihat bahwa dengan berpuasa Daud, kita memiliki kesempatan untuk melakukan ibadah sunnah kepada Allah sekaligus memberikan hak kepada tubuh, khususnya sistem pencernaan, untuk beristirahat tanpa mengurangi haknya yang lain yakni mendapatkan nutrisi lengkap. Puasa Daud ini juga menunjukkan betapa Allah memahami keterbatasan fisik manusia sehingga menyukai ibadah sunnah yang sesuai kemampuan.

 

Shalat Sunnah Tahajjud

Berangkat dari hadis yang sama di atas dan Hadis Riwayat Muslim yang menyebutkan, “seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu adalah shalat sunnah di waktu malam”, ibadah yang disukai Allah selanjutnya adalah shalat Tahajjud. Shalat sunnah Tahjjud utamanya dilakukan pada sepertiga malam terakhir, yakni sekitar jam 03.00 dini hari. Namun jika Anda khawatir tidak bisa terjaga pada jam tersebut, melakukan shalat Tahajjud setelah menunaikan shalat Isya’ juga diperbolehkan.

 

Shalat Sunnah Dhuha

HR Tarmidzi dan Ibnu Majah menyebutkan, dari Anas berkata Rasulullah bahwa “Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga.” Shalat Dhuha dilakukan ketika matahari telah sepenggalah pada sekitar pukul 06.30 pagi. Meskipun dalam hadis disebutkan tentang jumlah rakaat shalat Dhuha sebanyak 12, namun sekali lagi ibadah sunnah hendaknya tidak membebani Anda sehingga apabila Anda tidak sanggup melakukan shalat Dhuha sebanyak itu, 2 rakaat pun diperbolehkan. Dengan kata lain, 2 sampai 12 rakaat adalah ketentuan ibadah sunnah kesukaan Allah yang ketiga ini.

 

Nah, sudah siapkah Anda untuk memperbanyak pahala dan meraih cinta dan kasih sayang Allah melalui ibadah-ibadah sunnah kesukaanNya tersebut?

NO COMMENTS