3 Jenis Pelaksanaan Ibadah Haji

0
550
jenis pelaksanaan ibadah haji

Pelaksaan ibadah haji dapat dilakukan bersama ibadah umrah, maupun dikerjakan sendiri. Ibadah haji dan umrah dapat dilakukan dalam 1 musim haji bila kita tiba di Makkah jauh sebelum waktu wukuf atau memiliki waktu yang panjang untuk berada di tanah suci setelah pelaksanaan haji. Berkaitan dengan hal ini, terdapat 3 jenis pelaksanaan ibadah haji, yaitu haji tamattu’, haji ifrad, dan haji qiran.

 

Haji Tamattu’

Haji Tamattu’ adalah pelaksanaan ibadah haji yang didahului ibadah umrah terlebih dahulu. Hal ini bisa dilakukan bila jamaah tiba di Makkah jauh-jauh hari sebelum wukuf dilaksankan di Arafah. Akan tetapi, pelaksanaan ibadah haji yang satu ini mengharuskan kita membayar dam, yaitu menyembelih seekor hewan kurban pada tanggal 10 Dzulhijjah atau pada hari tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijah). Dam untuk Haji Tamattu’ juga bisa dilakukan dengan berpuasa selama 10 hari, yaitu 3 hari (boleh di hari tasyriq, namun diutamakan sebelum tanggal 9 Dzulhijah) dan 7 hari setelah tiba di kampung halaman.

Pelaksanaan Haji Tamattu’ diawali dengan niat umrah di Birr Ali (bagi jamaah haji gelombang 1) atau di atas Yalamlam / Bandara King Abdul Aziz (bagi jamaah haji gelombang 2). Setelah mengambil niat, jamaah disunnahkan untuk memperbanyak talbiyah, shalawat, dan doa hingga tiba waktu thawaf. Setelah melaksanakan thawaf di baitullah, jamaah melaksanakan ritual sa’i, yaitu berlari-lari kecil sebanyak 7 kali di bukit shafa dan marwah. Selanjutnya, jamaah bisa melakukan tahallul atau mencukur rambut sebagai penutup rangkaian ibadah umrah.

Pada tanggal 8 Dzulhijah, jamaah yang melaksanakan haji tamattu’ mengambil miqat haji di pemondokan di Makkah. Pada tanggal 9 Dzulhijah, jamaah melaksanakan wukuf mulai waktu zawal hingga terbit matahari pada tanggal 10 Dzulhijah. Pada malam hari tanggal 10 Dzulhijah, dilaksanakan mabit di Muzdalifah, yaitu bermalam atau mampir sebentar di muzdalifah untuk mengambil kerikil untuk lempar jumrah di Mina. Lempar jumrah dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijah malam hari  hingga 13 Dzulhijah. Setelah itu, jamaah berangkat ke Makkah untuk melaksanakan Thawaf Ifadhah dan sa’i (tahallul tsani). Dengan demikian, usailah rangkaian ibadah haji tamattu’

 

Haji Ifrad

Haji Ifrad adalah pelaksanaan ibadah haji tanpa didahului atau diakhiri ibadah umrah. Bagi jamaah yang melaksanakan haji ifrad, tidak ada keharusan membayar dam. Haji ifrad dapat dipilih bila jamaah tiba di Kota Makkah dekat dengan waktu wukuf atau kurang lebih 5 hari sebelum wukuf.

Pelaksanaan haji ifrad dimulai dengan mengambil niat di miqat. Setelah memasuki Makkah, jamaah berasal dari luar Kota Makkah disunnahkan melaksanakan Thawaf Qudum. Setelah itu dilaksanakan wukuf di arafah pada tanggal 9 Dzulhijah dan melempar jumrah aqabah pada tanggal 10 Dzulhijah. Sejak dari wukuf hingga selesai, pelaksanaan Haji Ifrad sama dengan Haji Tamattu’.

 

Haji Qiran

Haji Qiran adalah melaksanakan haji dan umrah dalam satu niat dan dalam pelaksanaan yang sama. Pelaksanaan Haji Qiran dapat dipilih oleh jamaah yang tidak dapat melaksanakan umrah sebelum atau sesudah ibadah haji karena waktu untuk tinggal di Makkah yang sangat terbatas. Haji Qiran dimulai dengan berniat haji sekaligus umrah di miqat. Setelah sampai di Makkah, disunnahkan bagi jamaah yang tidak berasal dari Makkah untuk melaksanakan Thawaf Qudum, kemudian wukuf pada tanggal 9 Dzulhijah dan melempar Jumrah Aqobah pada tanggal 10 Dzulhijah. Pelaksaan  Haji Qiran mulai wukuf hingga selesai sama dengan Haji Tamattu’.

 

Demikianlah 3 jenis pelaksanaan ibadah haji yang dapat kita pilih. Persiapkan ibadah haji dengan ilmu dan tentunya kesehatan yang prima supaya ibadah kita berjalan lancar. Semoga menjadi haji mabrur!

NO COMMENTS