Bulan Dzulhijah merupakan salah satu bulan haram atau bulan yang utama. Bahkan, disebutkan dalam sebuah hadist bahwa tidak ada hari yang lebih agung dan lebih dicintai Allah amal-amal baik di dalamnya, kecuali 10 hari di awal Bulan Dzulhijah. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan ibadah-ibadah lain di waktu-waktu yang mulia ini. Mari kita simak 5 amalan sunnah di Bulan Dzulhijah berikut ini.


Puasa Sunnah

Kita disunnahkan untuk berpuasa pada awal Bulan Dzulhijah, terutama tanggal 9 Dzulhijah atau yang biasa dikenal dengan Hari Arafah. Puasa adalah amalan yang mulia, karena pada saat itu, seorang hamba meninggalkan syahwat, makanan, dan minuman semata-mata karena Allah. Disebutkan dalam sebuah hadist bahwa satu hari puasa yang kita lakukan di jalan Allah akan menjauhkan kita dari api neraka selama 70 tahun. Disebutkan pula dalam hadist yang berbeda bahwa puasa Arafah karena mengharap pahala dari Allah akan menghapuskan dosa setahun sebelum dan sesudahnya. Jadi, mari kita perbanyak ibadah puasa yang mulia ini, terutama di 10 hari bulan Dzulhijah.


Bertakbir dan Berdzikir

Amalan sunnah di Bulan Dzulhijah yang kedua adalah memperbanyak dzikir dan takbir. Pada 10 hari Bulan Dzulhijah para tabi’in biasa memperbanyak mengucapkan, “Allahu akbar.. Allahu Akbar.. Laa ilaaha illallahu wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamdu”. Dianjurkan bagi kita untuk mengeraskan suara ketika bertakbir, namun tidak ada anjuran untuk mengumandangkannya bersama-sama atau dalam suatu majelis. Diperbolehkan pula bagi kita untuk berdzikir dengan kalimat yang lain yang mudah diucapkan, misalnya tahmid, tasbih, dan doa-doa lainnya.


Bertaubat dan Menghindari Dosa

Setiap hamba Allah pasti pernah melakukan dosa dan maksiat karena pada hakikatnya, manusia adalah tempat lupa dan salah. Maksiat adalah penyebab jauhnya seorang hamba dari Allah. Dosa yang kita lakukan dapat dihapus dengan taubatan nashuha atau taubat yang sungguh-sungguh dengan niat untuk tidak mengulangi perbuatan maksiat. Taubat juga merupakan penyebab kasih sayang Allah dan kedekatan seorang hamba padaNya. Allah Maha Pengampun, dan Dia akan mengampuni dosa anak Adam walaupun setinggi langit bila ia bertaubat dengan sepenuh hati. Mari kita jauhi maksiat dan perbanyak taubat disertai dengan penyesalan yang sungguh-sungguh di 10 hari Bulan Dzulhijah.


Menyembelih Hewan Kurban

Pada tanggal 10 Dzulhijah dan hari-hari tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijah), kaum muslim disunnahkan untuk menyembelih hewan kurban. Hikmah dari menyembelih hewan kurban adalah mengikuti jejak Nabi Ibrahim alaihissalam yang dahulu diperintahkan untuk menyembelih putranya, yaitu Nabi Ismail alaihissalam melalui mimpi. Karena ketaatan Nabi Ibrahim, Allah pun mengganti Nabi Ismail dengan binatang sembelihan yang besar dan baik. Hikmah lain dari penyembelihan hewan kurban adalah sebagai wujud syukur pada Allah atas segala nikmatnya yang diberikannya pada kita.


Memperbanyak Amal Shaleh

Berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh ‘Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, tidak ada amalan shaleh yang lebih dicintai Allah selain amalan di Bulan Dzulhijah. Ini menjadi dasar dianjurkannya amalan sunnah di Bulan Dzulhijah. Amalan di Bulan Dzulhijah tidak hanya terbatas pada amalan sunnah yang telah disebutkan di atas, melainkan mencakup bentuk-bentuk ibadah lain, misalnya membaca Al Qur’an, shalat malam, Shalat Dhuha, dan sebagainya. Yang terpenting, ibadah tersebut dilakukan dengan niat semata-mata karena Allah dan dilaksanakan sesuai contoh dari Rasululah

 

Usia adalah nikmat dari Allah. Karenanya isilah usia kita dengan melaksanakan ibadah serta ketaatan karenaNya, terutama pada 10 hari awal Bulan Dzulhijah dan waktu-waktu lain yang dimuliakan Allah. Dengan mengetahui jenis-jenis amalan sunnah di Bulan Dzulhijah dan keutamaannya kita akan semakin terdorong untuk melaksanakan ketaatan di bulan yang mulia ini.

NO COMMENTS