4 AMALAN SUNNAH SEBELUM SHALAT FARDHU

0
553

Madinah Iman Wisata – Shalat 5 waktu adalah tiang agama dan akan membawa muslim yang mengamalkannya kepada ampunan dari Allah SWT. Pelaksanaan shalat fardhu adalah kurang afdhol apabila dilakukan tanpa amalan-amalan sunnah yang mendahuluinya. Apa sajakah amalan sunnah sebelum shalat fardhu yang disyariatkan agama?

 

Sunnah Bersiwak

Menurut Imam An Nawawi, siwak adalah penggunaan sebuah ranting pohon atau semisalnya pada gigi untuk menghilangkan kotoran (Tahriru Alfaazith Tanbih, hal 33). Bersiwak adalah kegiatan membersihkan gigi dengan menggosoknya dengan sesuatu yang keras, misalnya ranting pohon Al Arok (kayu siwak), ranting pohon kurma, ranting pohon zaitun, atau sikat dan pasta gigi seperti yang banyak kita temui di kehidupan sehari-hari. Maksud dari sunnah bersiwak sebelum shalat adalah untuk mengharumkan bau mulut, membersihkan gigi, dan mengeluarkan kotorannya sehingga tidak mengganggu jalannya ibadah shalat.

 

Pergi ke Masjid dan Menunggu Waktu Shalat

Setelah bersiwak, dianjurkan untuk bersegera mengambil wudhu dan berangkat ke masjid bagi muslim laki-laki, sedangkan bagi muslim perempuan diperbolehkan shalat di rumah. Dianjurkan pula bagi kita untuk berdiam di dalam masjid sambil menunggu waktu shalat tiba. Ketika memasuki masjid, adalah sunnah untuk mendahulukan kaki kanan, sedangkan ketika keluar dari masjid dahulukan kaki kiri.

Saat adzan berkumandang, disunnahkan bagi kita untuk menjawab seruan adzan tersebut, walaupun dalam kondisi berhadast. Namun, terdapat pengecualian kepada orang yang sedang shalat, buang hajat, berjima’, atau mendengarkan khotib (khusus shalat Jumat). Bila kita sedang berada dalam 4 keadaan tersebut, adalah lebih baik untuk menjawab adzan setelahnya. Menjawab adzan pada waktu sedang melaksanakan shalat hukumnya makruh dan tidak membatalkan shalat, namun menjawab adzan ketika selesai shalat adalah lebih baik. Menjawab adzan ketika khotib berdiri di mimbar dapat membatalkan shalat Jumat, karena jama’ah shalat tidak diijinkan berbicara sepatah katapun pada saat itu.

 

Shalat Tahiyyatul Masjid

Apabila seorang muslim memasuki masjid, maka ia dianjurkan melaksanakan shalat tahiyyatul masjid sebelum duduk di dalamnya. Shalat tahiyyatul masjid hukumnya sunnah dan dilakukan dengan 2 rakaat. Bila kita masuk ke masjid ketika khotib sedang menyampaikan khotbah Jumat, maka disunnahkan untuk melakukan shalat 2 rakaat dengan ringan, kemudian segera duduk untuk mendengarkan khotbah.

Dalil yang mendasari pendapat ini adalah riwayat dari Jabir bin Abdullah, ia berkata: Sulaik Al-Ghathafany tiba pada hari Jumat ketika Rasulullahshalallahu alaihi wa sallam sedang menyampaikan khotbah, lalu dia langsung duduk. Beliau bertanya, “Wahai Sulaik, bangunlah dan shalatlah dua rakaat dan lakukan dengan bersegera”. Kemudian beliau bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian datang pada Hari Jum’at, sedang imam sedang menyampaikan khotbah, maka shalatlah dua rakaat dan hendaklah ia bersegera melakukannya”.

 

Shalat Sunnah Rawatib

Shalat rawatib adalah shalat sunnah yang dilakukan sebebelum atau sesudah shalat fardhu. Manfaatnya amalan sunnah ini adalah sebagai penambah kekurangan dari shalat wajib yang kita lakukan. Nabi SAW tidak pernah meninggalkan shalat rawatib dalam keadaan mukim (tidak dalam keadaan safar).

Diriwayatkan dari Ummu Habibah, istri Nabi shalallahu alaihi wa sallam, dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba muslim yang mendirikan shalat karena Allah setiap hari sebanyak dua belas rakaat secara tathawwu’ selain fardhu, melainkan Allah membangunkan sebuah rumah baginya di dalm surga atau dibangunkan sebuah rumah baginya di surga”.

 

Demikianlah penjelasan mengenai amalan sunnah sebelum shalat fardhu. Semoga bermanfaat.

 

NO COMMENTS