Apakah Perbedaan Haji dan Umroh?

0
445
perbedaan haji dan umroh

Travel Umroh SunnahHaji dan umroh memiliki beberapa kesamaan, antara lain sama-sama merupakan ibadah yang mulia, sama-sama dilakukan di Makkah, dan juga memiliki beberapa rukun yang sama. Akan tetapi, keduanya adalah ibadah yang berbeda, dari segi niat, waktu pelaksanaan, rukun, dan hukumnya. Sebagian orang belum memahami perbedaan keduanya dan menganggap haji dan umroh adalah serupa. Nah, di sini kami akan menjelaskan perbedaan haji dan umroh, sehingga kita lebih mantap dalam memahaminya.

Berikut 4 perbedaan haji dan umroh:

 

Perbedaan Haji dan Umroh dari Segi Niat

Perbedaan haji dan umroh yang pertama adalah dari segi niatnya. Redaksi niat kedua ibadah ini adalah sebagai berikut:

1) Niat Haji

“Nawaitul hajja wal ahramtu bihi lillahi ta’ala”. Artinya: Saya berniat haji dan saya berihram dengannya karena Allah Ta’ala. Atau dengan redaksi lain, yaitu: “Labaikallahumma hajjan”, yang artinya: Ya Allah, aku menyambut panggilanmu untuk berhaji.

2) Niat Umroh

“Labbaik umrotan”. Artinya: Aku sambut panggilanMu untuk melaksanakan umroh. Atau juga bisa dengan redaksi: “Allahumma Labbaik Umrotan”, yang artinya: Yaa Allah, kusambut panggilanmu untuk melaksanakan umroh.

 

Perbedaan dalam Hal Waktu Pelaksanaan

Apa lagi, ya, perbedaan haji dan umroh? Perbedaan kedua adalah dari segi waktu pelaksanaannya. Kedua ibadah ini memang dilakukan di Makkah Al Mukarromah, namun keduanya memiliki ketentuan yang berbeda perihal waktu.

Untuk haji, waktu pelaksanaannya sudah ditentukan, yaitu mulai tanggal 9 hingga 13 Dzulhijan setiap tahunnya. Perihal waktu, haji memiliki ketentuan yang jelas dan tegas. Haji yang dilaksanakan di luar waktu yang telah disyari’atkan tersebut hukumnya tidak sah. Berbeda dengan haji, waktu pelaksanaan ibadah umroh tidaklah ditentukan secara khusus. Akan tetapi, makruh hukumnya bagi kita untuk melaksanakan ibadah umroh pada tanggal 9 hingga 13 Dzulhijah, karena ini adalah waktu khusus untuk melaksanakan ibadah haji.

 

Perbedaan pada Rukun-rukun dan Tata Cara Pelaksanaannya

Ada beberapa rukun haji yang sama dengan rukun umroh, namun ada pula beberapa rukun yang berbeda (ada pada ibadah haji namun tidak ada pada umroh). Berikut rukun-rukun dan tata cara pelaksaan umroh dan haji:

 

1) Rukun-rukun Umroh

Nah, apa sajakah rukun-rukun ibadah umroh? Berikut penjelasannya.

  • Niat

Niat adalah rukun umroh yang pertama, dimana ibadah umroh tidak akan diterima kecuali dengan niat ini. Niat umroh (atau disebut ambil miqot) yang redaksinya telah disebutkan sebelumnya diucapkan di Birr Ali, suatu tempat di antara Makkah dan Madinah. Birr Ali terletak di daerah Dzulhulaifah yang berjarak sekitar 9 km dari Masjid Nabawi.

  • Thawaf

Thawaf adalah berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, dan ini merupakan salah satu rukun umroh. Pada 3 putaran pertama, dianjurkan untuk berlari kecil atau berjalan cepat mengelilingi Ka’bah, sedangkan pada putaran selanjutnya cukup berjalan saja. Tawaf dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad, dengan Baitullah terletak di sebelah kiri jama’ah.

  • Sa’i

Sa’i memiliki pengertian berlari-lari kecil atau berjalan sebanyak 7 kali bolak balik antara Bukit Shafa dan Marwah. Berbeda dengan thawaf di baitullah, sa’i boleh dilakukan oleh wanita yang sedang haid atau nifas.

  • Tahallul

Tahallul adalah penutup rangkaian haji dan umroh. Tahallul dilakukan dengan mencukur rambut, minimal 3 helai.

 

2) Rukun-rukun Haji

Rukun-rukun umroh di atas adalah juga rukun haji, namun dengan beberapa perbedaan dan tata cara tambahan tambahan. Perbedaannya terletak pada redaksi niat. Redaksi niat untuk berhaji tentu tidak sama dengan ibadah umroh sebagaimana dijelaskan pada bagian sebelumnya.

 

Berikut beberapa amalan pada ibadah haji yang tidak ada pada ibadah umroh:

  • Tawaf Qudum
  • Wukuf di Arafah (rukun haji)
  • Mabid di Muzdalifah
  • Mabid di Mina
  • Melempar Jumrah
  • Tawaf Wada’

 

Perbedaan Haji dan Umroh dari Segi Hukumnya

Perbedaan haji dan umroh juga terdapat dari segi hukum. Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima, sehingga hukumnya fardlu bagi yang mampu. Sedangkan tentang ibadah umroh ada dua pendapat. Ada ulama yang berpendapat bahwa umroh hukumnya sunnah muakkad, sedangkan ada juga ulama yang berpendapat bahwa hukumnya wajib bagi yang mampu.

 

Demikianlah 4 perbedaan haji dan umroh. Semoga dengan penjelasan ini kita memperoleh pengetahuan yang lebih dalam serta lebih memahami perbedaan keduanya.

NO COMMENTS