Beberapa ulama mengatakan pengertian umroh secara umum dapat dikatakan sebagai ibadah yang disyari’atkan. Oleh sebab itu harus sesuai dengan syari’at yang tercantum dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam. Sebagai ibadah yang sudah jelas tuntunannya, ibadah umroh tidak boleh menunjukkan sikap i’tida yaitu melampaui batas terhadap hak Allah dan bertentangan terhadap ketentuan Allah dalam hukumNya. Seperti firman Allah yang tercantum dalam Surah Asy Syura /42:21 yang berbunyi: “Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain  Allah yang mengsyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang dzalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih”.

Ada sebagian ulama mengatakan hukum melaksanakan umroh adalah fardhu ‘ain bagi setiap muslim sekali seumur hidup, artinya melaksanakan umroh adalah kewajiban setiap manusia bagi yang mampu/sanggup melakukan perjalanan ke Baitullah sekali seumur hidupnya. Namun ada juga sebagian ulama mengatakan bahwa umroh itu hukumnya sunnah muakkadah artinya ketika ibadah yang sudah mulai dilakukan, haruslah wajib disempurnakan walaupun ibadah itu hukumnya sunnah.

Lalu bagaimana hukumnya jika melakukan ibadah umroh berulang-ulang kali?

Tidak ada salahnya jika melakukan umroh beulang-ulang kali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam menganjurkan kita untuk melaksanakan umroh dan tidak menentukan waktu antara umroh yang satu dan lainnya. Rasul juga mengatakan: “Dari satu umroh ke umroh lainnya merupakan penembusan apapun (dosa) diantara keduanya”. Selain itu, para ulama juga memandang melakukan umroh berulang-ulang kali hukumnya adalah makruh.  Suatu ibadah agar diterima oleh Allah SWT. hendaknya harus memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas dan mutaba’ah. Bukan hanya ikhlas semata, tetapi dalam ibadah pastinya juga harus mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alalihi wasalam.

Ada beberapa Jumhur ulama yang memperdebatkan masalah boleh dan tidaknya melakukan umroh secara berulang-ulang dalam satu tahun, terutama pada musim haji ataupun di bulan Ramadhan. Ada ulama yang berpendapat bahwa tidak ada salahnya jika ingin melakukan umroh berulang-ulang kali sepanjang memungkinkan, baik itu di musim haji maupun di bulan Ramadhan. Alasan yang menjadi dasar oleh ulama yang memperbolehkan umroh berulang-ulang kali ini adalah karena bagi orang-orang yang jarak tempat tinggalnya amat jauh dari tanah suci dan biayanya terbatas, mereka mungkin hanya bisa sekali melakukan haji dan umroh seumur hidupnya. Selain itu pula, adanya penentuan waktu untuk menunggu pelaksanaan ibadah haji yang masih lama, ada baiknya jika dimanfaatkan untuk melakukan perjalanan ibadah umroh terlebih dahulu.

Menurut Ibnu ‘Abbas mengatakan: “Sepanjang hidupnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam hanya melakukan umroh sebanyak 4 kali, yaitu umroh Hudaibiyah, umroh Qadha, umroh ketika dari Ji’ranah, dan keempat bersamaan dengan pelaksanaan ketika beliau melakukan ibadah haji”.

Perlu kita ketahui adanya pro dan kontra mengenai  hukum umroh yang dilakukan berulang-ulang kali. Ada ulama yang mengatakan boleh atau sunnah, ada ulama yang mengatakan tidak boleh, namun ada pula yang mengatakan makruh  atau bahkan bid’ah, tentu saja hal itu pasti memiliki dasar hukum yang jelas. Untuk itu kita sebagai pembaca sudah semestinya memperhatikan dalil-dalil yang dijadikan rujukan dan pedoman dalam menyikapi permasalahan ini. Jika kita telah mengambil salah satu di antara beberapa pendapat yang ada, sudah semestinya kita harus konsekuen untuk mengamalkannya dengan sebaik-baiknya. Adapun terhadap pendapat yang tidak kita setujui, kitapun tetap harus menghormatinya. Karena hanya Allah yang Maha Mengetahui mana di antara pendapat-pendapat itu yang mampu memberikan pedoman yang baik.

Semoga bermanfaat…..

NO COMMENTS