Umroh merupakan Ibadah yang disenangi oleh umat muslim, mereka berbondong-bondong untuk melaksanakannya. Karena memang tidak terikat oleh waktu, bisa dikerjakan hampir setiap waktu. Sehingga bisa membuat perencanaan yang baik untuk melaksanakannya. Karena umroh pun biayanya bisa lebih murah dibandingkan haji.

Pengertian Umroh :
Menurut bahasa berarti “Berkunjung”.

Menurut istilah syar’i ialah “Berkunjung ke Baitullah untuk melakukan Thawaf, Sa’i, dan bercukur dengan mengharap ridho,rohmat dan ampunan Allah”.

Hukum melaksanakan Ibadah Umroh :

Ada 2 pendapat dalam memahami hukum Ibadah Umroh, yang kedua pendapat tersebut memiliki dasar dalil dan hujahnya. Sehingga ikhtilaf (perbedaan/perselisihan) ini, tidak menjadi sesuatu yang menimbulkan kegoncangan dalam umat Islam. Berikut dasar dalil dan hujah dari kedua pendapat tersebut :

  1. Umroh hukumnya wajib (seumur hidup sekali) :

Imam Syafi’I, riwayat dari Ahmad, riwayatkan dari ‘Umar, Ibnu ‘Abbas, Zaid dan Tsabit, Ibnu ‘Umaar dan sekelompok ulama salaf lainnya.
Dengan dasar dalil :

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ للهِ

Artinya : “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah”. (Al-Baqarah: 196)

Hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ketika beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

هَلْ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ ؟ قَالَ : نَعَمْ، عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيْهِ، الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ

Artinya : “Apakah ada kewajiban berjihad atas kaum wanita? Beliau menjawab: ‘Benar, wajib atas kaum wanita jihad tanpa ada perang padanya, yaitu haji dan umrah”. (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani)

  1. Umroh hukumnya Sunnah :

Mahzab Hanafi dan Maliki.
Dengan dasar dalil :

عَنْ جَابِرٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ الْعُمْرَةِ أَوَاجِبَةٌ هِيَ قَالَ لَا وَأَنْ تَعْتَمِرُوا هُوَ أَفْضَلُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَهُوَ قَوْلُ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ قَالُوا الْعُمْرَةُ لَيْسَتْ بِوَاجِبَةٍ

Artinya : “Dari Jabir bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang umrah: apakah hukumnya wajib atau tidak? Beliau menjawab: “Tidak, namun lebih utama jika dilakukan.” Abu ‘Isa berkata; “Ini merupakan hadits hasan shahih dan ini juga merupakan pendapat sebagian ulama”. (HR. Tirmidzi no. 931, sanad hadits ini dho’if sebagaimana kata Syaikh Al Albani)
 

عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ  يَقُولُ: ( الْحَجُّ جِهَادٌ وَالْعُمْرَةُ تَطَوُّعٌ) رواه ابن ماجة

Artinya : “Hadits Tholhah bin ‘Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu, “Haji itu jihad dan ‘umroh itu tathowwu’ (dianjurkan).” (HR. Ibnu Majah no. 2989, hadits ini dho’if sebagaimana kata Syaikh Al Albani)

Terlepas dari Wajib ataukah Sunnah dalam melaksanakan Umroh, didalam praktek pengamalannya, banyak keutamaan, rohmat, ampunan dan pahala yang Alloh berikan. Karena para ulama’ dan ahli ilmu dalam menyampaikan pendapatnya tidak berdasarkan kemauan pribadi, akan tetapi didasarkan kepada ilmu dan dalil yang mereka ketahui.

Jama’ah yang memang mampu untuk melaksanakan Umroh supaya melaksanakannya, dan dalam prakteknya supaya benar-benar LILLATI TA’ALAA. Hadir ke Baitulloh bertujuan mencari rohmat, ridho serta pengampunan dari Alloh. Jangan sampai hanya sekedar berkunjung/jalan-jalan di Tanah Harom, apalagi sampai memunculkan sifat ujub (sombong).

Semoga artikel ini bermanfaat untuk para jama’ah, jangan sampai perbedaan kecil menyebabkan kita sibuk memperdebatkan sehingga lupa mengamalkannya. Yang terpenting semua diamalkan sesuai dengan hukum Alloh dan Sunnah Rosululloh SAW. Sehingga dalam beribadah, termasuk umroh kita bisa mengerjakan berdasarkan amalan yang Rosululloh SAW contohkan.

 

NO COMMENTS