Macam Shalat Sunnah yang Disyariatkan dalam Islam

0
348
shalat sunnah dalam Islam

Shalat adalah amalan manusia yang dihisab pertama kali di akhirat. Sebagai tambahan dari ibadah shalat fardhu, Islam juga mensyariatkan amalan shalat sunnah. Memperbanyak shalat sunnah dapat mendatangkan banyak fadhilah, di antaranya menambah kekurangan pada shalat wajib, orang yang sujud dinaikkan derajatnya, dan menjadi sebab masuknya seorang muslim ke surga.

Ingin tahu jenis-jenis shalat sunnah yang bisa kita amalkan? Simak ulasan berikut.

 

Shalat Sunnah Rawatib

Diriwayatkan dari Ummi Habibah, istri Rasulullah SAW, ia berkata:

Aku pernah mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba muslim yang mendirikan shalat karena Allah setiap hari sebanyak 12 rakaat secara tathawwu’ selain fardhu, melainkan Allah membangunkan sebuah rumah baginya di dalam surga atau dibangunkan sebuah rumah baginya di surga”.

Dalam riwayat At Tirmidzi dan An Nasa’i, yang dimaksud dengan kedua belas rakaat tersebut adalah 4 rakaat sebelum dhuhur dan 2 rakaat sesudahnya, 2 rakaat setelah maghrib, 2 rakaat setelah Isya’, dan dua lainnya sebelum Shubuh.

 

Shalat Malam dan Witir

Shalat malam adalah shalat sunnah yang dianjurkan, sedangkan witir adalah shalat sunnah yang dikuatkan dan dilakukan pada akhir shalat. Fadhilah shalat malam sangatlah besar, sebagaimana disebutkan dalam hadist Nabi SAW:

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan ialah bulan Allah Muharram dan shalat yang paling utama setelah fardhu adalah shalat malam”. (Ditakhrij Muslim)

 

Shalat Sunnah Dhuha

Shalat Dhuha adalah shalat yang dilaksanakan di awal pagi hingga matahari condong. Shalat Dhuha merupakan salah satu shalat sunnah yang dianjurkan, sebagaimana sabda Nabi SAW:

Dari Abud-Darda’ dan Abu Dzarr, dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, dari Allah azza wa jalla, ia berfirman, “Wahai anak Adam, ruku’lah (shalatlah) bagiku dari sebagian permulaan siang sebanyak 4 rakaat, niscaya aku mencukupkan bagimu pada akhirnya.” (Ditakhrij oleh At Tirmidzi, hadist hasan)

 

Shalat Tahiyatul Masjid

Ketika seorang muslim masuk ke dalam masjid, maka hendaknya ia menjalankan shalat 2 rakaat sebelum duduk di dalamnya. Terkecuali apabila iqamat sudah dikumandangkan, maka yang benar kita langsung ikut melaksanakan shalat wajib dan tidak perlu melakukan shalat tahiyyatul masjid.

 

Shalat Istikharah

Islam mensyariatkan pemeluknya untuk melibatkan Allah dalam setiap perkara yang mereka hadapi, yaitu dengan cara meminta pilihan yang terbaik kepada Allah azza wa jalla. Sebelum Islam datang, masyarakat jahiliyah gemar mengundi nasib dan membuat ramalan, dimana ketika Islam datang, kebiasaan ini diganti dengan pelaksanaan shalat istikharah. Shalat istikharah dilakukan dengan 2 rakaat sebagaimana shalat rawatib dan hukumnya sunnah. Menurut An Nawawi, kita dianjurkan melakukan shalat istikharah untuk memutuskan segala perkara, baik besar maupun kecil.

 

Shalat Gerhana

Dalam Islam, gerhana matahari dan bulan tidak lagi dikaitkan dengan kematian atau kelahiran seseorang, berbeda dengan pada masa jahiliyah. Akan tetapi, pada saat terjadi gerhana, kita disunnahkan untuk melakukan shalat gerhana, yaitu 2 rakaat secara berjamaah. Pada dua rakaat tersebut terdapat 4 kali rukuk dan 4 kali sujud.

 

Shalat Istisqa’

Jika hujan lama tidak turun sehingga terjadi kekeringan, Allah mensyariatkan hambaNya untuk bertaubat dan memohon hujan kepadaNya. Tidak ada dalil yang menyebutkan kewajiban shalat istisqa’, namun Nabi SAW menganjurkannya. Tata cara pelaksanaan shalat istisqa’ mirip dengan shalat ied, dengan 7 takbir pada rakaat pertama dan 5 takbir pada rakaat kedua di luar takbir sebelum ruku’.

 

Itulah beberapa shalat sunnah yang disyariatkan oleh agama Islam. Sebagai umat Islam, dianjurkan bagi kita untuk melakukannya supaya memperoleh keutamaan di sisi Allah.

 

NO COMMENTS