Mendapat kesempatan untuk pergi umroh adalah hal yang luar biasa, karena umroh merupakan bagian dari ibadah yang bernilai pahala. Selain menapakkan kaki di tempat suci Mekkah al-Mukarromah, kita juga melaksanakan serangkaian aktifitas ibadah yang telah disyari’atkan di sana.  Agar ibadah umroh menjadi berkah dan nyaman, perlu dilakukan berbagai persiapan, termasuk menyiapkan pakaian yang tepat, khususnya bagi muslimah.

Perlengkapan jama’ah umroh perempuan memang terbilang lebih banyak daripada jama’ah laki-laki, karena selain atribut yang dipasang ketika pelaksaanaan ibadah umroh, jama’ah perempuan harus mengenakan pakaian yang merangkap dari ujung kepala hingga ujung kaki. Akan tetapi, para muslimah dapat menyiasatinya dengan memilih pakaian tepat ketika melaksanakan perjalanan umroh. Berikut tips dalam memilih pakaian yang tepat bagi muslimah ketika umroh :

 

 

Pilih Baju yang Menyesuaikan dengan Cuaca Di Saat Umroh

Kota Mekkah terdiri atas 2 musim, yaitu musim panas dan musim dingin. Pada musim panas, suhu di kota Mekkah bisa meningkat secara drastis setiap bulannya. Puncaknya terjadi pada bulan Juli hingga September dengan suhu maksimal mencapai 42 – 44 derajat celcius. Pada musim dingin yang biasa terjadi pada bulan September hingga bulan Maret, suhu udara mencapai 15 derajat celcius. Oleh karena itu,  para jama’ah khususnya yang perempuan harus memilh pakaian yang tepat untuk dibawa dalam perjalanan umroh.

Pada saat musim panas, ada baiknya kita memilih pakaian yang berbahan katun atau linen yang mudah menyerap keringat. Berbeda lagi bila kita melakukan perjalanan umroh saat musim dingin, pilih busana yang berbahan polyester atau wol yang bisa menghangatkan tubuh. Kita juga bisa membawa sweater atau jaket untuk perlengkapan kita di malam hari.

 

Tidak Menarik Perhatian

Para jama’ah perempuan biasanya mengenakan pakaian berwarna putih ketika melaksanakan ibadah umroh. Pada dasarnya, tidak ada aturan baku yang mengharuskan jama’ah perempuan untuk mengenakan pakaian berwarna putih, melainkan hanya disunnahkan bagi jama’ah umroh laki-laki. Para muslimah bisa mengenakan pakaian dengan warna apa saja dengan catatan tidak menarik perhatian atau bertabarruj. Menyesuaikan dengan kultur bangsa Arab yang terbiasa mengenakan pakaian polos, kita dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang tidak mengundang perhatian, misalnya dengan warna gelap meski tidak harus selalu hitam. Oleh karena itu, para jama’ah perempuan tidak dianjurkan membawa pakaian yang bercorak ramai. Selain itu, pakaian sebaiknya tidak diberi wewangian saat berniat untuk berihram.

 

Mengenakan Pakaian yang Syar’i

Pada saat muslimah mengerjakan serangkaian ibadah umroh, ia melakukan perjalanan di luar rumah sehingga wajib baginya untuk menutup auratnya dengan pakaian yang syar’i. Batasan aurat bagi perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam pernah bersabda : “ Hendaknya wanita yang sedang berihram tidak mengenakan cadar dan sarung tangan” (HR. Bukhari no. 1838).

Adapun ketentuan hijab syar’i yang tercantum dalam QS. Al-Ahzab ayat 59 adalah sebagai berikut, “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin : “hendaklah mereka mengulurkan Jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Disebutkan pula dalam QS. An-Nur ayat 31, “ ……Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya….”. Menurut dalil-dalil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pakaian yang dikenakan oleh muslimah ketika melaksanakan ibadah umroh harus menutup seluruh tubuh, mengenakan  khimar (kerudung), serta tidak menggunakan cadar dan sarung tangan.

 

Pakaian yang tepat saat melaksanakan ibadah umroh tidak hanya harus nyaman, melainkan juga harus sesuai dengan hukum syar’i. Oleh sebab itu, persiapkan pakaian yang tepat untuk perjalanan umroh sebelum keberangkatan. Selamat menunaikan ibadah umroh!

NO COMMENTS