Pengertian Ibadah Haji dan Keutamaannya

0
462
pengertian ibadah haji
Ibadah haji adalah ibadah yang telah ditentukan tata cara dan waktunya.

Madinah Iman Wisata – Setiap muslim tentu bercita-cita untuk mengunjungi baitullah guna melaksanakan ibadah haji. Tak jarang seseorang mengumpulkan uang selama bertahun-tahun hanya demi memenuhi undangan Allah ke rumahNya yang mulia tersebut. Namun, apakah pengertian Ibadah haji? Dan apa pula keutamaan-keutamaan bagi yang menjalankan ibadah tersebut.

 

Pengertian Ibadah Haji

Bila ditinjau dari segi bahasa, haji memiliki arti “bermaksud”. Dari segi makna, haji berarti suatu ibadah khusus pada waktu-waktu yang khusus yang telah ditetapkan Allah (yaitu Bulan Dzulqa’dah dan Dzulhijah) di tempat yang telah ditentukan (yaitu Baitullah, Mina, Muzdalifah, Padang Arofah, dan sebagainya). Kewajiban haji dibebankan kepada orang-orang tertentu, tidak semua kaum muslimin. Syarat-syarat wajib ibadah haji, antara lain:

  1. Haji merupakan salah satu ibadah, maka hanya sah niatnya apabila dilaksanakan oleh seorang muslim.
  2. Aqil (berakal). Ibadah haji tidak diwajibkan bagi orang yang gila atau kurang waras.
  3. Anak kecil belum dibebani kewajiban berhaji, namun bila ada anak kecil yang melaksanakan ibadah haji, maka hajinya sah. Meski demikian, ia wajib mengulang hajinya ketika sudah baligh.
  4. Haji tidak diwajibkan kepada hamba sahaya, karena seorang hamba biasanya harus melayani tuannya dan tidak memiliki harta untuk menunaikan ibadah haji. Ini adalah bentuk kemurahan Allah pada umat manusia.
  5. Haji tidak diwajibkan bagi muslim yang tidak mampu melakukannya, sebagaimana firman Allah:

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia kepada Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imran:97)

Adapun tolok ukur mampu melaksanakan ibadah haji, antara lain berbadan sehat, tidak memiliki hutang, memiliki harta yang melebihi kebutuhan pokoknya, memiliki sesuatu yang bisa mengantarkannya ke Kota Makkah (kondisional, bisa berupa kendaraan darat, pesawat, kapal laut, dsb) serta bekal dan tempat tinggal selama ada di Makkah.

 

Keutamaan Ibadah Haji

Sebagai ibadah yang diwajibkan, ibadah haji tentu memiliki banyak keutamaan. Berikut diantaranya:

  1. Haji merupakan salah satu amalan yang paling afdhol. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah SAW:

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Beriman kepada Allah dan rasulnya”. Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ”Jihad di jalan Allah”. Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?”, “Haji mabrur”, jawab Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Bukhari no. 1519)

 

  1. Ibadah haji balasannya adalah surga, dengan syarat tidak bercampur dosa dan maksiat, sebagaimana sabda Rasulullah:

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)

 

  1. Ibadah haji dapat menghapuskan kesalahan dan dosa-dosa sebagaimana seorang anak yang baru dilahirkan. Hal ini sejalan dengan hadist Nabi SAW:

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang berhaji ke Ka’bah, kemudian tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasiknm, maka ia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari 1521)

 

  1. Orang yang berhaji disebut sebagai tamu Allah, sebagaimana hadist Nabi SAW:

Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji, serta berumrah adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri.” (HR. Ibnu Majah no. 2839)

 

Sungguh mulia balasan Allah bagi orang yang berhaji. Semoga kita diberi kemampuan, baik fisik, mental, dan harta untuk menjalankannya dan beroleh predikat haji yang mabrur.

 

 

Baca juga:

Hukum Melaksanakan Ibadah Umroh

Persiapan Menjelang Ibadah Haji dan Umroh

 

NO COMMENTS