Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan kemuliaan shalat sunnah Dhuha yang perlu kita ketahui, yaitu dapat menjadi sedekah bagi persendian-persendian tubuh kita. Dari Abu Dzar, Nabi salallahu alaihi wa sallam bersabda, “Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at”. (Sumber: https://rumaysho.com/708-shalat-dhuha-yang-begitu-menajubkan.html)

 

Abu Hurairah berkata bahwa tidak ada orang yang senantiasa melaksanakan shalat sunnah Dhuha kecuali orang awwab atau orang yang senantiasa kembali pada Allah. Waktu dhuha adalah waktu dimana manusia sedang sibuk dengan kepentingan dunianya. Shalat di waktu Dhuha adalah kebaikan yang sangat dicintai dan dianjurkan untuk dilaksanakan setiap hari, walau tidak ada dalil yang menunjukkan kewajibannya.

 

Waktu Shalat Sunnah Dhuha

Shalat sunnah Dhuha dapat dilaksanakan sejak matahari terbit hingga ia condong mendekati tengah hari. Waktu yang paling baik baik untuk melaksanakan Shalat Dhuha adalah ketika matahari sedang terik. Menurut hadist yang diriwayatkan oleh Anas radhiyallahu ‘anhu, Shalat Dhuha boleh dilaksanakan pada awal hari. Disebutkan bahwa orang yang melaksanakan Shalat Shubuh secara berjamaah kemudian duduk berdzikir hingga waktu Dhuha tiba dan melaksanakan Shalat pada waktu dhuha akan mendapatkan pahala haji dan umrah dengan sempurna.

Namun demikian, menurut hadist riwayat Zaid bin Arqam, waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat sunnah ini adalah pada saat matahari sedang terik, atau disebutkan dalam hadist tersebut “saat pasir menjadi panas”. Berdasarkan dasar-dasar tersebut, kita boleh memilih waktu untuk melaksanakan Shalat Dhuha, asalkan dalam rentang waktu yang disyariatkan.

 

Bilangan Rakaat Shalat Sunnah Dhuha

Bilangan rakaat Shalat Dhuha adalah 2, 4, 6, 8, atau 12 rakaat, dengan salam setiap 2 rakaat. Rasulullah SAW sendiri biasa melaksanakan Shalat Dhuha sebanyak 4 rakaat atau lebih, sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah. Pelaksanaan Shalat Dhuha yang dipisahkan salam setiap dua rakaatnya didasari oleh keumuman sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, yaitu, “Shalat pada siang dan malam hari (sunnah) adalah dua rakaat dua rakaat”. Khusus untuk Shalat Dhuha yang dilaksanakan 4 rakaat, pelaksanaannya dapat dilakukan langsung 4 rakaat sekaligus sebagaimana Shalat Dhuhur, Asyar, dan Isya’.

 

Keutamaan Shalat Sunnah Dhuha

Allah menjanjikan kebaikan bagi orang-orang muslim pada setiap rakaat Shalat Dhuha. Dalam hadist Adu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: Siapa yang shalat dhuha dua rakaat, maka ia tidak ditetapkan termasuk orang-orang yang lalai. Siapa yang shalat empat rakaat, maka dia ditetapkan termasuk orang-orang yang beribadah. Siapa yang shalat enam rakaat, maka dicukupkan kebutuhannya pada hari itu. Siapa yang shalat delapan rakaat, maka Allah menetapkannya termasuk orang-orang yang patuh. Siapa yang shalat ” dua belas rakaat, maka Allah membangun baginya sebuah rumah di surga. Tidak berlalu siang maupun malam melainkan Allah mempunyai karunia yang diberikanNya kepada hamba-hambaNya sebagai shadaqah. Tidak ada karunia yang diberikan Allah kepada seorang hambaNya yang lebih baik daripada Dia memberinya ilham untuk berdzikir kepadaNya”. (Ditakhrij oleh Ath Thabrany) (Sumber: Shalat Sunat Rasulullah oleh Muhammad bin Umar Bazmul, Penerbit Darul Falah)

Berdasarkan hadist di atas, kita boleh memilih jumlah rakaat shalat sunnah Dhuha yang kita kehendaki karena Allah menjanjikan pahala untuk setiap jumlah rakaat tersebut. Disebutkan pula bahwa karunia Allah yang paling tinggi adalah ilham untuk berdzikir kepadaNya. Maka, mari kita laksanakan Shalat Dhuha yang penuh kemuliaan ini. Yang terpenting, laksanakan shalat tersebut dengan istiqomah dengan niat untuk memperoleh ridha dan balasan hanya dari Allah. Selamat beribadah! Semoga hari kita dipenuhi karunia dariNya.

 

NO COMMENTS