Sebentar lagi kita akan berjumpa dengan hari raya Idul Adha. Hari raya yang identik dengan qurban. Sebelum Idul Adha tiba biasanya umat muslim telah mempersiapkan hewan qurban yang akan disembelih untuk dibagikan kepada saudara sesama muslim. Ada beberapa sunnah Rasul tentang qurban ini. Berikut pembahasannya.

 

Menyembelih Sendiri, Membaca Takbir Selepas Basmalah, serta Perhatikan Posisi Hewan Qurban

Kita dianjurkan untuk menyembelih hewan qurban sendiri dengan syarat kita mempunyai kemampuan yang mumpuni dalam menyembelih. Bila tidak mempunyai kemampuan memotong qurban, boleh diwakilkan kepada seorang muslim yang memiliki pengetahuan terkait memotong qurban. Jangan lupa untuk mengawali pemotongan dengan membaca basmalah dilanjutkan takbir.

Sunah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam selanjutnya ialah meletakkan kaki kanan kita (sebagai orang yang menyembelih hewan) di bahu hewan qurban. Ini dilakukan setelah kambing atau sapi direbahkan pada bagian atas lambung kirinya sebelum dipotong, jangan menyembelih qurban pada posisi berdiri atau berlutut.

Hadis terkait menyembelih sendiri, membaca takbir selepas basmalah, dan memperhatikan posisi hewan qurban

Anas berkata, “Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam pernah berqurban dengan dua kambing berwarna belang dan bertanduk, beliau menyembelih dengan kedua tangan beliau sendiri, dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, dan meletakkan kaki beliau di atas sisi tubuh kedua kambing itu.” (HR. Muttafaq ‘Alaih).

 

Sunnah Rasul Tentang Qurban dengan Unta

Dalam menyembelih unta, sebaiknya dalam kondisi berdiri dan bagian kaki kiri depan terikat. Potonglah unta dengan cara menusuk urat darah yang terdapat pada pangkal leher yang dikenal dengan sebutan nahr menggunakan pisau yang tajam atau besi runcing.

 

Ayat Alquran dan hadis mengenai cara berqurban dengan unta

“Maka sebutlah oleh kalian nama Allah ketika kalian menyembelihnya dalam keadaan dia berdiri (dan telah terikat).” (Al-Hajj: 36).

Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma pernah melewati seseorang yang sedang menderumkan untanya untuk disembelih, maka beliau berkata kepadanya, “Berdirikanlah (dan sembelihlah) dalam keadaan unta itu berdiri dan terikat, itu adalah sunnah Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam.” (HR. Muttafaq ‘Alaih).

 

Memakan Sebagian Daging Hewan Qurban dan Bersedekah

Setelah usai menyembelih hewan qurban, seseorang yang berqurban dapat mengambil sebagian kecil untuk dimakan dan daging yang lainnya disedekahkan. Apabila orang tersebut menginginkan untuk membagi semua daging qurban kepada fakir miskin pun diperbolehkan.

Ayat yang berhubungan dengan memakan sebagian daging qurban dan bersedekah

“Kemudian apabila unta itu telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.” (Al-Hajj: 36).

 

Pilih Hewan Qurban Terbaik

Kita disarankan untuk memilih hewan yang paling baik dari segi warna dan sifatnya. Hewan qurban terbaik ialah yang tubuhnya gemuk dengan warna putih atau didominasi oleh warna putih. Pemilihan hewan ini sesuai dengan yang disunahkan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam. Kita dapat juga berqurban lebih dari satu asalkan niatnya tidak untuk menyombongkan diri.

 

Disembeli Saat Idul Adha Tanggal 10 Dzulhijjah

Sunnah Rasul tentang qurban yaitu waktu penyembelihan utama pada 10 Dzulhijjah. Namun, bila kita menyembelih lebih dari satu hewan, boleh dilakukan penyembelihan pertama di hari Idul Adha dan hewan qurban lainnya pada hari tasyrik yaitu tanggal 11 atau 12 Dzulhijjah sampai mentari tenggelam.

Hadis menyembelih qurban pada 10 Dzulhijjah

Dari Al-Baraa bin ‘Azib bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam berkata: “Sesungguhnya yang kita mulai pertama kali pada hari (Idul Adha) ini adalah shalat, kemudian kita pulang lalu menyembelih qurban.” (HR Bukhari: 5545 dan Muslim: 1961).

 

Itulah beberapa sunnah Rasul Sallam tentang qurban. Semoga dapat diaplikasikan agar ibadah qurban kita menjadi makin berkah.

NO COMMENTS