Salah satu persyaratan yang harus Anda lengkapi sebelum beribadah ke tanah suci adalah membuat visa haji atau visa umrah. Visa adalah dokumen yang diberikan kepada seseorang dari suatu negara dengan tujuan sebagai tanda/pemberian izin kepada orang tersebut untuk dapat masuk ke sebuah negara dalam waktu dan tujuan tertentu. Dapat disimpulkan bahwa visa merupakan izin resmi yang diberikan kepada seseorang ketika akan memasuki suatu negara. Arab Saudi mewajibkan warga Indonesia yang hendak melakukan ibadah haji atau umrah untuk mempunyai visa. Sebenarnya bagaimana cara mengurus visa haji dan umrah? Berikut ulasannya.

 

Pengertian Visa Haji dan Umrah

Visa umrah ialah dokumen resmi yang berisi izin memasuki Mekkah dan Madinah guna melaksanakan ibadah umrah sesuai waktu yang telah ditetapkan. Apabila terjadi pelanggaran, maka jamaah beserta provider yang mengeluarkan visa tersebut akan memperoleh sanksi yang berat. Arab Saudi telah menetapkan visa 10 hari, 20 hari, dan 30 hari. Jika terjadi penyalahgunaan visa umrah oleh jamaah, maka orang tersebut akan dideportasi atau dipulangkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Visa haji hanya untuk para jamaah haji saja dan dikeluarkan mulai bulan Syawal sampai dengan umrah Ramadhan usai. Visa haji yang khusus diberikan kepada jamaah haji tidak dapat dipakai untuk bekerja/umrah. Bila ketahuan ada pelanggaran terkait peruntukkan visa haji, maka orang itu akan memperoleh sanksi yang berat.

 

Syarat Memperoleh Visa Umrah

Berikut syarat untuk mendapatkan visa umrah:

  • Paspor asli yang masih aktif sekurang-kurangnya 7 bulan sebelum waktu keberangkatan. Nama di paspor harus memiliki 3 kata, contohnya: Siti Fatimah Zahra. Apabila nama kita terdiri dari 2 kata, maka dapat ditambah bin atau binti disertai nama orang tua;
  • Buku nikah dan KK asli (bagi yang berstatus suami istri);
  • Anak berusia kurang dari 17 tahun atau anak perempuan sampai umur 40 tahun wajib menyertakan akta kelahiran asli;
  • Kartu kuning vaksinasi meningitis. Kita dapat melakukan vaksinasi di Dinas Kesehatan Kota (DKK) serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di daerah masing-masing;
  • Bukti booking hotel serta transportasi selama berada di Arab Saudi, tiket pesawat PP asli tujuan Jakarta-Jeddah;
  • Foto berwarna terbaru ukuran 4×6 sebanyak 6 lembar dengan latar belakang putih;
  • Kontak orang yang mengurus atau bertanggung jawab di Arab Saudi selama melaksanakan ibadah umrah;
  • Jadwal rencana selama perjalanan ibadah umrah;
  • Membayar biaya visa antara USD 80-USD 125 untuk satu orang tergantung providernya.

 

Sekilas Tentang Visa Haji

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementrian Agama RI menyatakan prosedur pengurusan visa haji sekarang harus berdasarkan urutan kloternya. Tujuannya ialah guna memastikan para jamaah haji yang masuk dalam kelompok terbang awal, visanya dapat keluar lebih dahulu atau cepat diterbitkan. Sejak 2 tahun lalu, Pemerintah Arab Saudi telah menerapkan sistem e-hajj berbasis aplikasi elektronik. Proses penerbitan visa hanya bisa dilaksanakan setelah aplikasi permohonan visa dari Pemerintah Indonesia ke Kementrian Haji Arab Saudi dikirim. Beberapa syarat dalam pengajuan aplikasi permohonan visa haji di antaranya yaitu penjelasan tentang jaminan konsumsi, akomodasi, dan transportasi selama jamaah haji berada di tanah suci. Bila sudah disetujui barulah visa haji dapat dicetak di Kedutaan Arab Saudi di Indonesia.

 

Demikian tata cara mengurus visa haji dan umrah. Semoga pengurusan visa berjalan lancar, sehingga ibadah haji dan umrah dapat dilalui dengan khusyuk.

NO COMMENTS